Rokan Hilir – Dibahas pada rapat paripurna, Jumat (25/9/2026) dikantor DPRD Rohil oleh Pemkab Rohil, Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rohil TA 2026 mencatat selisih antara pendapatan dan belanja daerah sebesar Rp3,769 miliar.
Bupati Rohil mengatakan pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp2.378.623.777.531. Sementara belanja daerah direncanakan mencapai Rp2.382.393.271.510,20. Dengan hal demikian, terdapat defisit anggaran sebesar Rp3.769.493.979,20.kemampuan pendapatan daerah dalam rancangan perubahan APBD 2026 belum sepenuhnya mampu menutup kebutuhan belanja yang telah direncanakan.
Namun, defisit tersebut ditutup melalui pembiayaan neto yang bersumber dari penerimaan pembiayaan.Pemerintah daerah mencatat penerimaan pembiayaan yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp3.969.493.979,20
Namun, defisit tersebut ditutup melalui pembiayaan neto yang bersumber dari penerimaan pembiayaan. Pemerintah daerah mencatat penerimaan pembiayaan yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp3.969.493.979,20.
Penyampaian dalam Nota Keuangan, angka SiLPA tersebut mengacu pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. (Hermanto)







